Selasa, 22 Januari 2013

Ikan Selalu Hidup Dengan Berenang Melawan Arus

Hari minggu yang berawan dan langit selalu meneteskan air hujan kami kedatangan tamu special. Yang satu tante adik dari ibu saya yang satu lagi adik dari ibu istri saya, adik mertua. Kedua tante tersebut memiliki sesuatu yang ngak umum namun lucu karena memiliki kemiripan strategi menjalankan kehidupan bersama keluarganya masing-masing.

Mengapa saya bilang unik? Begini ceritanya. Saya menceritakan dulu tante dari pihak saya. dia adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Orangnya agak nyeni. Mudah bergaul dan cantik. Di masa SMA nya dia adalah primadona sekolah dan di komplek rumah eyang dulu dia pujaan banyak pria dimasanya. Pergaulannya luas. Bisa di bayangkan gaya hidup wanita cantik seperti sang tante ini bukan. Mobil, pasti punya, dandanan pasti nya, dan banyak hal yang memerlukan biaya yang tidak sedikit. Suaminya pegawai biasa namun hingga usianya yang medekati usia 55 ini mereka terlihat pasangan awet muda dan senang terus.

Apa resepnya mereka bisa memiliki gaya hidup mewah namun hanya seorang pegawai biasa? Saya ingat sekali diawal pernikahan mereka, sewaktu saya kecil tentunya, mereka menabung menyicil rumah di bilangan tebet Jakarta selatan. Suami kerja siang malam dinas luar kota sang istri bergaul namun super prihatin. Sang tante pernah cerita di tahun ke 5 rumah tersebut lunas dan mulai di renovasi agar terlihat mewah. Lalu beberapa tahun kemudian dijual. Saya ingat sekali karena lokasinya bagus maka harga rumahnya cukup tinggi di tahun 80an pertengahan mereka menjual dengan harga 800 juta. Lalu mereka membeli rumah di daerah pejaten seharga 400 juta dan yang sisa 400 juta di deposito, beli mobil, jalan-jalan. Hidup senang mereka.

Beberapa tahun kemudian di pertengahan tahun 90an mereka jual lagi rumah mereka di daerah pejaten seharga 1,2 milyar. Saya ingat sekali semuanya karena saya yang menjualkannya kepada sahabat saya yang baru menikah dan tertarik dengan rumah tersebut. lalu mereka membeli rumah di daerah cinere seharga 800 juta dan yang 400 juta di nikmati, beli mobil, deposito dan jalan-jaln itu aja kerjanya mereka. dan ketika awal tahun 2000an tabungan, mobil dan lain-lain sudah tipis mereka jual lagi rumah mereka di cinere seharga 2, 7M dan itu di tahun 2005 lalu mereka pindah ke Bali, di jalan seminyak, beli kios dan rumahnya dibelakangnya. Harga 1M karena pas ledakan bom bali semua harga murah. Dengan sisa 1,7M kehidupan mereka sangat mewah dan layak. Jalan-jalan nikmati hidup kemana-mana. Anak-anak sudah besar, sudah kuliah saat itu. Tabungan, kendaraan layak, kiok disewa-sewakan. 8 tahun tabungan mereka juga menipis kembali.

Apa yang mereka lakukan?, kembali kebiasaan mereka jual asset. Dan baru saja mereka menjual seluruh asset mereka dengan angka menakjubkan. Bali memang luar biasa. Saya tidak berani menulis di sini nilainya. Namun bagi sepasang suami istri pegawai biasa yang ringan menikmati hidup maka cara mereka berdua menjalani strtegi hidup benar-benar ngak ada susah susahnya. Sekarang mereka membeli asset besar di Ubud, bali hasil penjualan seminyak. Tabungan depositonya jangan di tanya. Luar biasa. Saya percaya dengan pola hidup seperti mereka berdua, sampai kapanpun ngak pernah kekurangan.

Tante satu lagi dari pihak istri ceritanya mirip mirip. 15 tahun awal perkawinan mereka yang suami pegawai pabrik di cikarang sang tante jagi jualan di arisan ibu-ibu. Itu saja. Namun di tahun 2009 kemarin mereka memutuskan sebuah hal yang luar biasa. Mereka merasa, sayang kalau rumah berharga jutaan ini hanya dipakai tidur. Lebih baik di jual dan beli lagi di lokasi lain yang ada peluangnya untuk naik jauh lebih tinggi dari kenaikan rumah yang mereka tinggali sekarang.

Rumah mereka di ujung gank, dijual ditahun tersebut, 2009. Lalu dengan uang tersebut mereka membeli rumah dan merenovasinya. Renovasi belum selesai rumah sudah ada yang nawar. 20-30% lebih tinggi dari mereka beli dan renovasi langsung mereka jual lagi.

Pindah rumah lagi, beli rumah lagi, renovasi lagi. Dalam 3 tahun ini mereka sudah pindah 10 kali. Mereka percaya, menjual rumah yang di tinggali jauh lebih cepat karena secara psikologis rumah terlihat cantik. Karena itu mereka selalu menjual rumah yang mereka tinggali. Hari ini sewaktu berkunjung ke rumah kami, mereka lagi shoping mata cari rumah karena rumah yang baru mereka tinggali selama 2 bulan sudah di panjer orang dan dalam 2 minggu harus pindah. Pindahan yang ke 11.

Dari keduanya hikmah apa yang saya dapat? Pasti banyak pandang yangbisa membahas benang merah dari keduanya. Dan bisakah kedua cara itu di tiru, di contoh? Saya terfikir jika menggunakan rumah maka tidak semua dari kita memiliki rumah yang 100% sudah dimiliki. Ada yang masih nyicil ada yang masih ngontrak, ada yang masih dengan orang tua. Maka jika ingin melakukan seperti contoh diatas ada baiknya mencoba bermain saham.

Bermain saham artinya anda ikut memiliki bisnis dan ikut menikmati segala kenaikan dan kerugian yang akan di peroleh. Bermain saham modalnya kecil. Dengan 5 juta rupiah sudah bisa ambil posisi. Dan bermain saham ada 2 model. Long investment atau short term investment. Ada investasi jangka panjang ada invetsasi jangka pendek.

Jangka panjang berinvestasi dalam periode 1-10 tahun. Kalau jangka pendek bisa daily trade bisa bulanan. sama persis dengan tante di bali bermain jangka panjang, tante di Jakarta bermain jangka pendek seperti cerita diatas. Demikian pula berbisnis saham. Invest di bisnis retail saat ini di indoensia sangat baik. Saham-saham tersebut dalam 1-5 tahun naik bisa 100-200% bahkan bisa 1000%. Di jangka pendek bisnis infrastruktur, energy , dan perbankan sangat baik saat ini. Intinya adalah, kita harus memanfaatkan waktu kita, sumber daya kita untuk mendapatkan peluang. Alangkah sayangnya kita punya tabungan hanya di deposito. Belilah sedikit saham. Kenali dunia investasi, lihat ke adaaan makro ekonomi Indonesia, belajar menjadi awas terhadap perubahan dunia dan mengasah intuisi kewirausahaan.


.
.

Dari catatan Mardigu WP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkanlah jejak anda saat anda sudah membaca artikel di blog ini, dengan berkomentar yg santun, sesuai dengan isi dari artikelnya.

Berkomentarlah menggunakan Name/URL atau akun Google anda, komentar yg menggunakan "Anonymous" akan saya hapus.

Maaf, untuk artikel spam/iklan/cuma membuang link hidup saja, maka komentar anda pasti akan saya hapus.

Terimakasih untuk kunjungan Anda di blog ini. :-)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...