Tampilkan postingan dengan label SPIRITUAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SPIRITUAL. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Mei 2013

Vibrasi Sedekah dan Vibrasi Membeli

Bismillah..

Ide menulis catatan ini sebenarnya ketika sholat jumat tadi, sewaktu kotak amal lewat dan saya memasukkan uang cuma 5rb doang dengan perasaan yang sangat uenaaak buanget, gak tahu kalau yang dimasukkan 50rb apalagi 100rb mungkin abooot benar/ berat. Heehehee

Ini bukan masalah besar kecilnya uang tapi rasa apa yang kita rasakan saat bersedekah saat itu. Itu alasan pertama. Yang kedua alasan menulis catatan ini, karena otomatis saya teringat status mas Arif Rh dahuluuuu yang menginspirasi, yaitu rasa ketika membeli.

Motif sedekah itu bermacam macam, bisa sebagai bentuk Hadiah, membantu meringankan beban sesama, kasihan, bahkan ada yang menghitung hitung balasan pahala dan balasan materi yang di sedekahkan.

Sedekah yang bervibrasi powerfull menurut saya adalah sedekah yang bermotif sebagai wujud rasa syukur atas karunia Nya. Karena ketika bersedekah karena bersyukur, otomatis yang mengikuti adalah rasa ikhlas. Maka ketika ada ayat yang menyatakan barang siap bersyukur atas nikmatKu, maka akan kutambah nikmatKu atasMu, firmanNya, ini sangat relevan. Bahkan tidak ada orang yang sedekah kemudian menjadi jatuh miskin.

Kembali kita membahas tentang vibrasinya sedekah yang menentukan kwalitas dari sedkah tersebut yang berhubungan dengan hukum semesta. Hukum semesta itu memberi ya menerima. Hukum semesta juga berlaku, rasa kelimpahan menarik kelimpahan, rasa kekurangan menarik kekurangan.

Jadi ketika kita bersedekah (saya kasih tanda kurung ini, saya kesampingkan dulu besar kecilnya) yang ditangkap oleh hukum semesta itu bukan besar kecilnya sedekah, tapi rasa hati ketika kita bersedekah tersebut. Jika ketika kita mengeluarkan harta/uang kita buat sedekah dan kita tidak merasa harta/uang kita berkurang, maka semesta menangkap vibrasi kelimpahan pada orang tersebut. Namun jika ketika bersedekah kita merasa uang kita berkurang, walaupun kitaberharap dengan sedekah akan dibalas berlipat ganda, namun hukum semesta menangkapnya kekurangan. Maka walaupun kita sedekah kita tetap kekurangan karena vibrasinya kekuranga.

Hukum semesta tidak bisa di tipu. Hukum tersebut bekerja sesuai vibrasi yang dipancarkannya.

Ini juga menarik, setiap kita tidak akan pernah lepas dari aktifitas membeli. Dan ketika diamati ketika membeli, apapun yang dibeli, aktifitas itu dianggap sebagai sesuatu yang biasa dan tidak membawa pengaruh bagi si pembeli, seolah olah terlepas dari hukum tarik menarik.

Ini persis ada hubungannya dengan vibrasi sedekah tadi. Ada hubungannya denga aktifitas sedekah dan vibrasi yang berlaku disemesta. Ini sering luput dari kesadaran kita.

Membeli itu akatifitas rutin, contoh tergampang kita makan tiap hari, kita mesti beli beras , lauk pauk dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Baik saya ambil contoh yang diambil dari status Mas Arif Rh. Kita ambil aktifitas makan yang diwarung, mau tidak mau kita harus makan tiap harinya. Ini pproses membeli. Dimana hubungan vibrasi membelinya ? Sudah kita bahas diatas, hukum semesta bekerja, kelimpahan narik kelimpahan, kekurangan narik kekurangan. Jadi ketika kita membeli makanan yang perlu kita perhatikan adalah rasa kita ketika membayar makanan tersebut.

Jika pada saat kita mengeluarkan uang uantuk membayar makanan tersebut merasa berkurang, ini bahaya ! Maka tidak aneh jika uang kita benar benar berkurang. Apalagi aktifitas pembelian kita sangat banyak tidak hanya makan. Jadi apa yang harus kita rubah ?

Ini akan menarik jika aktifitas membeli bisa kita jadikan sebagai aktifitas kelimpahan dunia akhirat. Kok bisa begitu ? Ini hanya perlu kita rubah niat dan rasanya saja.

Jadi ketika kita membeli sesuatu, niatkan dalam hati ketika kita membayar atau sebelumnya bahwa saya niat sedekah berbagi keuntungan dengan penjual dari aktifitas pembelian tersebut, lalu diikuti dengan tidak merasa uang berkurang.

Pada saat kita meniatkan sedekah berbagi keuntungan kita dicatat dengan pahala sedekah. Maka kelimpahan dunia akhirat terpenuhi. Lalu ketika kita tidak merasa berkurang ketika membayar, maka hukum LoA bekerja dan memberi kelimpahan selalu punya uang. Asik bukan ? Kita bisa sekali mendayung dua tiga pulau terlewati. Membeli untuk kepentingan kita tapi bernilai ibadah sekaligus makin melimpah.

Jadi intinya, baik sedekah ataupun membeli yang perlu kita perhatikan adalah apakah rasa kita berkelimpahan atau kekurangan.

Itu saja yang bisa saya sampaikan, mohon maaf jika ada kekurangan, billahi taifiq wal hidayah, wassalamulaikum wr wb. (Hahhahaaa mode.on ceramah.com)
.
.
#eling.siang.edisi.note.vibrasi.sedekah.dan.membeli
Read more »»  

Ketenangan Itu Akhirnya Bersemayam Permanen Didiriku

Tiga puluh sembilan hari berlalu dan hari itu di tahun 2010, hari jumat hari ke-40 saya mengamalkan teknik olah napas Adem Ati dengan tujuan mencari ketenangan dalam diri, akibat dari kehancuran total kehidupan dari segala sisi kehidupan, jatuh blek.. Gak punya apa apa. sebelum itu saya melakukan ritual lain seperti puasa makan nasi lengkoh ( dimana2 kalau puasa ritual, kalau gak mutih ya ngasrep) hahhaaa di Mesjid Pemakaman Sunan Gunung jati 2 bulan sebelumnya. 

Jam 9 pagi saya bergegas dihari jumat itu menuju Bank BCA di Sindang Laut untuk membuka rekening untuk kebutuhan transaksi On Line yang ingin saya ikuti. Padahal belum punya duit sama sekali, hanya sisa utang yang menumppuk. Dan perlu pembaca tahu uang yang di pakai untuk buka rekening itu adalah uang paman saya yang nitip untuk setor cicilan motor minggu depan sebesar 550 rb. Hahhaa saat itu saya nekad demi bangkit dari keterpurukan.

Sampai sebelum hari jumat itu, hidup saya yang ada galau, stress, bingung, pemarah dan sifat jelak lainnya. Sampai imbasnya kemuka ganteng saya menjadi terlihat sangat tua seperti wajah berumur 55 tahun penuh guratan kesengsaraan, padahal sebelumnya bergelimang duit dan kesenangan.

Kembali ke BCA, pas masuk dapat nomer urut 12, dan CS di BCA cuma satu yang aktif, seorang perempuan berjilbab. Semua proses yang terjadi di Bank itu saya perhatikan. Termasuk berapa lama satu orang menyelesaikan ppembuatan rekening,. Ternyata 45menit perorang dan saat itu jam 11:10 sedang melayani nomer urut 8. Kalau ditotal nomer 9,10,11 dn saya 12 gak bakal cukup waktu hari ini.

Dalam sejuknya AC Bank, saya coba menenangkan diri dan mengakses Adem Ati sekedarnya saja... nyeeess adem sampai dalam diri dan akhirnya saya visualisasikan dengan jelas bahwa saya sedsng dilayani pembuatan rekeningnya sama petugas CS tadi detail cuma 25 menit dan saya buka rekening hari ini. Tiba2 satpam membangunkan saya dan mengingatkan untuk sholat jumat dulu, bank hendak tutup. Lalu saya titipkan nomer antri saya padanya.

Saya keluar dari Bank naik motor bermaksud makan mie ayam dulu sebelum jumatan. Saya menuju daerah Sampi ke arah Sedong, tapi gak jualan tuh tukang mie ayam. Akhirnya saya putuskan untuk sholat jumat dulu.

Satu persatu mesjid yang saya datang tapi hati ini menolak, seperti ada yang berkata, '' jangan di masjid ini,'' begitu samapai 3 mesjid, lalu saya meluncur ke Arah Belawa, tappi ketika di dekat masjid di Cipeujeuh Wetan, motor ini seperti disetir sesuatu dan mengarahkan kedalam mesjid itu.

Setelah wudlu, lalu saya cari tempat dan sholat sunah. Disinilah awal segala ketenangan itu menjadi permanen dalam diri, tinggal akses datang damai. Saat itu khotib baru saja selesai khotbah pertamanya dan duduk. Nah, biasanya dimasjid lain kita berdoa masing masing tapi...

Tapi di masjid ini semua serentak membaca ''Astaghfirullahal adhiim 3x''.. Tiba tiba seperti ada cahaya yang masuk lewat ubun ubun bagian depanku... Ceeeeesssss.... Adem... Sejuk.... Masuk kehati ploooooooonngggg .... Nyeeesssss menyebar keseluruh tubuhku. Waaahh... Hanya itu yang bisa saya bagikan sensasi ploong dan tenang itu. Ada beberpa keanehan yang terjadi setelah ini.

Pertama, saya tidak merasa tersenyum, tapi setiap orang yang ketemu saya, senyum maniiiissss sekali dan ini sudah berbulan2 tidak saya alami. Hampir setiap orang lho, gak senyum aja mereka balas senyum apalagi kalau saya senyum.. Hahaaaha

Setelah sholat saya langsung meluncur ke BCA yang berjarak sekitar 300m. Saya sapa pak satpam,'' Siang Pak, sudah mulai transaksi pak ?'' kataku. Belum jawabnya. Saya iseng ngomong ke dia,
Saya,'' Pak boleh usul nih ? Kan yang lain belum datang, bagaimana kalau saya dulu saja''

Satpam,'' bapak nomer berapa? Coba saya tanyakan pada CS ya pak.''

Saya, oke pak, terimakasih



Saya lihat pak satpam sedang berbicara dengan wanita diCS tersebut. Lalu menghampiriku dan berkata, '' Silahkan pak, bapak boleh duluan, nomer 9 belum datang.'' Waaaahh... Alhamdulillah.

Akhirnya saya dilayani persis seperti apa yng saya visualisaikan, tepat 25 menit rekeningku jadi. Saya senang dan sangat bergembira dari saat itu sampai hari ini dan insyaAllah selamanya sepanjang hayat saya.

Dulu saya seperti terlihat tua tapi setelah itu sampai kini saya terlihat seperti 22 tahun dan sangat ngganteng mempesona... Hhahahaaa

Demikian cerita soreku, semoga dapat mengambil hikmahnya...

.
.
#eling.sore.note.regresi.kebangkitan.jaman.jatuh.dulu
Read more »»  

Semua Tentang Kebahagiaan dan Keikhlasan

Bila seseorang bertanya padamu, "Sedang apa?"
Jawablah dengan " Saya sedang bahagia"
Dijamin ada pertanyaan lanjutan "kok, ada apa?"/ "emang apa yang terjadi?"/ "Bahagia kenapa? cerita dong?"
"tidak ada apa-apa, saya hanya memilih untuk bahagia"

Bahagia adalah pilihan memang susah dimengerti, bukan karena kerumitannya namun karena kesederhanaannya.

kita sudah tidak percaya lagi dengan kesederhanaan. kita mencintai sesuatu yang rumit, karena di dalam benak telah terinstal program bahwa harus ada syarat tertentu untuk mendapatkan sesuatu, dan semakin besar dan banyak syarat yang bisa dipenuhi semakin baik hal yang akan kita dapatkan.

Kita melupakan bahwa setiap syarat yang ditambahkan dalam hal apapun di setiap aspek kehidupan kita, akan membebani kebahagiaan tersebut.

Pikiran kita sudah terkonstruksi sedemikian rupa sehingga tidak PD untuk tampil bahagia, kita telah kecanduan parah dengan stiker kesuksesan, label ego, atribut kemewahan dan ribuan tempelan bahkan tatto yang tidak penting.

bahagia adalah tampil telanjang, apa adanya, kita tidak perlu berusaha untuk terlihat baik, hebat, mengesankan orang lain.
Ingat, semahal apapun pakaian yang melekat tidak mungkin bisa mengalahkan nilai dari tubuh itu sendiri.

sungguh paradox, setiap hari kita membicarakan, mendiskusikan bahkan mengejar kebahagiaan, namun setiap saat juga kita melekatkan aksesoris lebih banyak.

kita takut untuk telanjang, kita takut untuk memilih bahagia. Gobind Vashdev Quote



*****




Jangan hiasi wajah dengan sedihmu, karena kita tidak pernah tahu jika ada seseorang yang bahagia hanya dengan melihat senyummu. #eling.siang.edisi.Humanity.inspiration




*****


Waktu terbaik untuk berbahagia adalah sekarang, saat ini.
Tempat terbaik untuk bahagia adalah disini, ditempat kita berada.
Cara terbaik untuk berbahagia adalah membahagiakan orang lain, orang yang terdekat, setiap orang, tanpa syarat.
.
.
#eling.malam.bahagia.bergantian.tidur. Saeful Richy Segara Quote



*****




Bosan adalah ketika kesadaran kita tidak berada disaat ini dan tidak menikmati proses yang sedang terjadi.

Khawatir adalah ketika kesadaran kita tidak berada di saat ini dan sedang melanglang buana di masa depan yang tidak pasti.

Menyesali adalah ketika kesadaran kita tidak berada di saat ini dan lebih banyak bergelut dalam bayangan masa lalu.

Dan Bahagia adalah ketika kesadaran kita sedang berada di saat ini, sekarang dan menikmati proses apa adanya dengan suka cita dan rasa syukur.
.
.
#eling.malam.menikmati.kebersamaan.dgn.kekasih.diiringi.suara.rintik.hujan. Saeful Richy Segara Quote




***** 




Ngomong bahagia lagi nih, ngomong suka cita lagi nih.. Hahahaa gak mau bosen saya ngomong gini.. Xixxiii

Ini ceritanya gusti putri lagi sakit nih... Ternyata memang kebanyakan orang kalau sakit pasti murung, wajah ditekuk, gak ceria deh pokoknya. Ini semua memang reaksi spontan dari otak bawah sadarnya bahwa kalau sakit ya seperti itu, file yang terbuka ya sejenis begitu.

Kita juga tahu bahwa dibawah sadarpun ada file sehat, dan file yg berhubungan dengan sehat itu adalah file, ceria, gembira, semangat dan sejenisnya. Lantas apa hubungannya ?

Saya sengaja menggoda istri saya supaya tidak murung dengan membuatnya tertawa dan berbahagia dengan segala cara. Saya goda habis2an. Loh kok lagi sakit malah di godain gitu? Gak sayang dong ?

Begini ya sahabat, murung dan gak bergairah itu dibaca oleh otak bawa sadar itu tanda tanda sakit, maka direalitanya menjadi sakit. Jika kita sedang sakit maka bawah sadar kita menghubungkannya dengan file murung, tidak bergairah dan sejenisnya. Begitu bolak balik.

Demikian pula ketika kita sedang suka cita, bergembira, bahagia, bersemangat, bergairah dan sejenisnya, di tangkap oleh bawah sadar kita sebagai kondisi sehat. Begitupula ketika kita sehat maka bbawah sadar kita menghubungkannya dengan file kegembiraan dan kawan kawannya.

Jadi... Bisa diambil benang merahnya kan ketika saya menggoda istri saya yang sedang sakit untuk senyum ? Tuh buktinya sekarang dia sedang menelepon temannya ketawa ketiwi dan terlihat sudah mulai sehat. Percayakan .. ?

Ini bukan sulap bukan sihir... Silahkan praktekkan... Xixxiii
.
.
#eling.malam.edisi.rebahan.sambil.terapi.bengkak.dimata.kaki. Saeful Richy Segara Quote





*****




Ketika setiap orang ditanya, apakah ingin hidup bahagia ? Semua dipastikan ingin bahagia jawabannya. Tapi apa yang terjadi ? Ketika sudah menjawab bahagia nyatanya kita membatalkan kebahagian itu dengan batasan batasan yang lain. Kita kemudian membuat kriteria bahagia. Bahagia harus ini harus itu. Bahagia harus begini harus begitu. Bahagia itu ya seperti ini dan seperti itu.

Padahal kalau mau bahagia ya bahagia saja, nikmati proses bahagianya. Jika tidak punya uang lantas kita bersedih ya jelas bahagianya pergi, padahal kalau kita bahagia ada minimal dua hal yang dapat kita pperoleh, pertama, hati dan fisik kita sehat karena bahagia, sesak karena sedih tidak bisa masuk karena kita bahagia. Yang kedua, tidak semua orang tahu, bahwa salah satu pembuka pintu rizki semesta adalah bergembira,suka cita karena ini berada di level vibrasi syukur.

So.. Apapun pperasaan dan keadaanmu saat ini, ayo sengaja ganti dengan yang menggembirakan, membahagiakan dan penuh suka cita.

Salam suka cita...
.
.
#eling.siang.edisi.gembira. Saeful Richy Segara Quote




*****




Enak rasanya, ketika setiap harinya bisa menikmati proses apapun yang terjadi, apapun yang sedang di hadapi, apapun yang diperoleh, apapun yang keluar, apapun yang datang, menikmatinya dengan hati tenang, damai, pasrah, ikhlas. Hatipun jadi sejuukk, pikiran jadi rileks, dahi mengendor, kepala ringan dan badan segar.

Menikmati apapun yang terjadi itu meringankan beban diri, serasa ada kuasa lain yang menopang. Sangat beda jika semua hal dihandle oleh pikiran sendiri, terasa berat dan sendirian, stress...

Walaupun demikian, kepasrahan dan keikhlasan perlu disadari bahwa memang banyak yang berujung kebahagiaan dan terwujudnya harapan. Namun keikhlasan dan kepasrahan juga adalah menerima dengan lapang dada ketika yang hadir bukan seperti yang di harapkan, karena bahagia atau tidak itu bukan urusan yang berhubungan denga sikap ikhlas dan pasrah, namun ia adalah keputusan yang kita pilih dalam menyikapi kehidupan.

Menikmati proses itu ya menjalani hidup dengan sebaik baiknya dalam kepasrahan dan keikhlasan, apapun yang terjadi, sesuai atau tidak dengan harapan, kita tetap harus berdamai dengan diri sendiri, karena itu adalah bagian dari hidup itu sendiri, bagian dari proses itu sendiri. Tak ada satupun kebaikan atau keburukan yang terlewatkan dari balasan, cepat atau lambat ia akan berbalas.

Tugas kita adalah berusaha dan berdoa, nikmati prosesnya, pasrahkan hasilnya, sesuai atau tidak dengan harapan tetap terima dan berdamai dengan diri sendiri, karena disetiap peristiwa selalu ada hikmah yang tersembunyi.

Tuhan selalu memberi kebaikan yang terbaik kepada SEMUA hambaNya.
.
.
SEMANGAAAAATTT...
.
IRINGI SELALU DENGAN SENYUM TERINDAH... KARENA HIDUP ITU INDAH..
.
.
#eling.siang.edisi.self.acceptance. Saeful Richy Segara Quote




*****



Memaknai keikhlasan yang sesungguhnya



Setelah teori tentang pencapaian keinginan dengan hasrat yang menggebu-gebu mulai ditinggalkan, teori ikhlas dan pasrah mulai menggeliat di kelas-kelas pelatihan pengembangan diri.

Banyak sahabat yang bercerita bagaimana pencapaian jauh lebih besar, lebih cepat, lebih permanen dan lebih nyaman bisa didapat bila menggunakan keikhlasan sebagai dasar dalam melangkah.

Tentu saya setuju lebih berserah pada apa yang akan terjadi lebih baik daripada menggenggam keinginan dan menggunakan segala daya upaya agar target menjadi harus didapat, kalau perlu melakukan barter, atau memerintah bahkan menodong Tuhan.

Namun setiap kali mendengar cerita keikhlasan dan diakhiri dengan kesenangan atas pencapaian dari suatu tujuan atau harapan, setiap kali pula hati saya bertanya, bagaimana bila keinginan itu tidak terwujud atau bahkan berseberangan dengan hasil yang diharapkan? Apakah kebahagiaan kita tetap sama ?

Walau sering mendapati sahabat yang bernada dan berekspresi berbeda ketika menjawab bahwa dirinya tetap bahagia disaat goal tidak tergapai, saya tidak berhak memvonis tingkat kebahagiaan seseorang.

Kita semua sedang bertumbuh.

Masih teringat bagaimana masa kuliah management saya isi dengan mencibir orang yang tidak punya tujuan, setiap hari dipikiran ini hanya strategi dalam mengejar materi sampai-sampai mengorbankan kesehatan juga kedamaian pikiran. Setelahnya bertahun-tahun saya menambahkan usaha lain agar mendapat pengakuan dari masyarakat.

Semakin usia bertambah, hadir kesadaran baru bahwa menjalani hidup yang bermakna jauh lebih membahagiakan, kesadaran ini menelorkan kata "kontribusi" sebagai jargon utamanya.
"bukan berapa banyak yang kau kumpulkan namun seberapa besar yang kau kontribusikan yang membuat perbedaan mencolok dalam dirimu"

Dan dengan kesadaran saat ini, materi dan pengakuan telah memudar kemilaunya, sementara tujuan dan kontribusi juga bukanlah hal yang penting lagi.
apa yang bisa kita banggakan dari kontribusi yang kita berikan, bukankah semua kepintaran, kesehatan, materi, bahkan peluang adalah pemberianNya.
Tujuan dan kontribusi sering mengandung "aku", dengan kata lain ada ego yang halus bersembunyi dibalik tameng tujuan dan topeng kontribusi.

Ketika seseorang mengikhlaskan ego untuk pergi, maka ia akan menemui dirinya ditopang oleh kekuatan yang tak terhingga, ia menyatu dan berpelukan dengan arus semesta yang mengalir.

Keikhlasan bukanlah metode untuk mencapai sesuatu yang diharapkan. Keikhlasan adalah sebuah tingkat kesadaran yang bukan hanya melepaskan hasil yang akan diperoleh, tapi juga sikap serta cara memandang yang netral, dimana putih tidak lebih baik daripada hitam, kesedihan bukan berlawanan dengan kegembiraan dan sakit tidak berbeda dengan sehat.

Keduanya diterima serupa seperti saudara kembar.
Layaknya anak-anak yang bermain jungkat-jungkit, mau di atas atau di bawah, yang menghias wajahnya hanyalah senyuman. Gobind Vashdev Quote



*****



Begitu sampai rumah, istriku menyambut sambil bertanya, "Aa.. bakso malangnya dapatkan?'' Saya menjawab, '' Lho.. kan gak pesan.."
'' Kan neng SMS je.." kata istriku
Lalu ku buka pesan sms di hape dan ternyata memang ada sms minta di belikan Bakso Malang Semper langganan.

Tanpa rasa bersalah saya bilang, '' Ya sudah, ikhlaskan saja, lain waktu aa beli..''
oke , katanya sambil kedapur.
.
.
Satu jam setengah kemudian, ada yang ketuk ketuk gerbang sambil mengucap salam. setelah di buka ternyata ada sahabat istriku datang berkunjung memberi undangan pernikahan saudaranya sambil membawa 3 bungkus Mie Ayam Bangka kesukaan gusti putri.


Waaww... ternyata jika ikhlas menerima apapun yg terjadi ada sesuatu yg tak terduga menggantikannya. Jadi betullah bahwa terkadang pengabulan doa tidak selalu identik dengan terkabulnya keinginan.
.
.
Mari sahabat...selamat menikmati.. Saeful Richy Segara Quote



***** 




Kebanyakan orang menilai dan mengambil kesimpulan berdasarkan apa yang disawang atau yang dilihat. Pun demikian pad yang mengalami langsung setiap kejadian.

Hari ini kita beruntung, belum tentu besok. Hari ini mengalami hari yang buruk belum tentu besok mengalami yang sama. Semua berputar berganti, tidak ada yang selamanya beruntung dan selamanya kurang beruntung.

Itulah hidup, dinamikanya demikian. Yang tak boleh di hilangkan adalah bahwa nikmatNya tidak pernah sedikitpun berhenti mengalir pada HambaNya.

Apapun yang sedang terjadi, syukuri, syukuri dan bersyukur, karena kita tidak pernah tahu hikmah apa yang tersembunyi dari setiap peristiwa hidup kita.
.
.
Selamat bersyukur, nikmati prosesnya dengan lapang hati.
.
.
#eling.sore.jelang.maghrib. Saeful Richy Segara Quote




*****




Kehidupan laksana roda yang berputar, kadang diatas kadang dibawah, kadang bergelimang harta, kadang sangat sulit mencari nafkah.

Saat tertentu hidup penuh kegembiraan, suka cita, sedetik kemudian menangis dan bersedih. Pada saat tertentu dibuat terkejut melejit tinggi kaatas menuju langit tujuh, saat lain pula meluncur terhenyak sangat cepat kedasar bumi.

Satu keluarga bergembira ria dengan kehadiran keluarga baru, disatu keluarga lain meratap, menangis ditinggalkan salah satu anggota keluarganya. Itulah hidup. Itulah indahnya pelangi hidup. Indahnya karena ragam warna.

Yang sedang murung dan bersedih karena putus cinta, yang sedang kecewa karena di pecat atau di tipu. Yang sedang kesulitan mencari nafkah, yang sedang di kejar kejar hutang, yang sedang tidak terpenuhi kebutuhan hidupnya, yang sedang bingung, yang sedang, yang sedang, yang sedang lainnya. Itu semua sudah terjadi. Itu semua hasil dari sebab kita memilih dibelakang hari. Ibarat nasi sudah menjadi bubur, sudah terlanjur jadi. Ya terima saja.

Buatlah pilihan saat ini, hari ini, untuk hasil kita dihari depan. Apa yang kita tanam hari ini, pasti cepat atau lambat akan kita unduh di hari depan. Hari ini adalah hasil dari yang kita tanam di hari lalu.

Namun kita sadar, tidak mudah menerima semua itu. Akan tetapi semua harus segera dimulai. Mulai bangkit lagi menyusun rencana, menatap tujuan dan belajar dari pegalaman masa lalu. Mari pelajari polanya.

Untuk memulai bangkit kita perlu mendamaikan yang didalam, perbaiki yang didalam, sehingga yang ter-refleksi di luar adalah kedamaian, semangat dan yakin akan masa depan. Saeful Richy Segara Quote


.
.
.
.
.


Friday, 22 Februari 2013
Plumpang, Tanjung Priuk Jakarta Utara
Read more »»  

Dahsyatnya Istighfar, Shalawat, Sedekah dan Syukur untuk Rizki dan Solusi Kehidupan

Saya awali penulisan note ini dengan mengucap, " Dengan menyebut nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyayang. Segala puji milikNya, penguasa semesta alam beserta isiNya.''



          Dalam setiap kesulitan, ya kesulitan apapun, manusia cenderung mencari solusi untuk bisa keluar dan terbebas dari hal tersebut. Berbagai cara di lakukan baik dengan menggunakan kemampuan yang di milikinya ataupun meminta bantuan dari orang lain yang dianggap mampu membantu mencarikan solusinya. Mulai dari teman dekat, para motivator, para normal, dukun dan lain sebagainya.


         Masing masing manusia berusaha mengatasinya berdasarkan value atau system belief yang di milikinya, yang paling cocok dengannya. Dan saya pun teringat dalam tradisi Agama Islam, para Ulama yang apa bila di minta nasihat atau solusi untuk masalah apapun termasuk rizki selalu menyarankan untuk lebih mendekatkan diri pada Allah Swt. Caranya pun banyak diantaranya di anjurkan untuk memperbanyak membaca ISTIGHFAR memohon ampun, bertaubat atas segala kesalahan dan dosa yang telah di lakukan. Selain itu ada juga yag menyarankan untuk memperbanyak membaca SHOLAWAT kepada Rasulullah Muhammad Saw, dianjurkan untuk lebih sering BERBAGI, SEDEKAH dan BERSYUKUR.


         Sering kali sejak lama saya terkadang tidak memahami dan apa korelasinya melakukan salah satu atau ke 4 hal tersebut dengan rizki dan kemudahan hidup lainnya. Bahkan saya pernah membuat keputusan pribadi bahwa tak ada hubungannya masalah rizki dengan segala praktek ibadah lainya, apakah itu sholat, sedekah, dan macam macam dzikir lainnya. Namun dengan semakin bersinggungan dengan berbagai ilmu sain  terutama ilmu quantum, paradigma saya kemudian mulai berubah bahwa ada HIKMAH, ada pelajaran atas segala sesuatu, ada korelasi antara perbuatan dengan akibat. Memang bukan berarti hanya harus melakukan ke 4 hal ini saja yang mutlak menjadim jalan bagi jalan keluar bagi segala masalah --yang bahkan kalau kita berkesadaran bahwa masalah itu sendiri adalah presepsi sendiri dalam menyikapi sesuatu yang terjadi-- namun banyak cara di luar tradisi Islam yang bisa di lakukan untuk itu. Namun jika di pahami betul apapun cara yang dilakukan di luar cara ini adalah intinya pasti sama.

          Baiklah saya coba kupas satu persatu ke 4 amalan ini dari berbagai sudut yang saya pahami, jika dalam kelanjutannya dalam uraian saya yang tidak sempurna ini ada hal hal yang memang harus di koreksi atau ditambahkan, dengan penuh hormat dan takzim, saya mohon sahabat sahabat berkenan interaksi meluruskannya.

======================

Status saya hari Selasa, tanggal 31-04-2013
.
.

Jika sedang sulit dalam pencarian penghidupan alias seret rizki, sedang banyak masalah dan butuh solusi, agama mengajarkan :

* Memperbanyak istighfar, memohon ampun kepadaNya dan sesama.

* Banyak banyak membaca Sholawat kepada Rasulullah.

* Bersedekah atau berbagi

* Bersyukur lewat ucapan dan perilaku.

.
.
Beberapa waktu kedepan saya coba mengupas alasannya kenapa 4 hal itu dianjurkan dalam agama dalam bentuk Note / catatan panjang lebar, insyaAllah.
.
.
#eling.malam.edisi.petuah.agama


=======================



*Memperbanyak ISTIGHFAR, memohon ampun kepadaNya dan sesama.


        Istighfar adalah ucapan memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan dan dosa yang telah dilakukan baik sengaja maupun tidak disengaja. Sebagai kodrat manusia yang tempatnya salah dan lupa, maka seyoganya kita harus sering sering memohon ampun kepadaNya dan juga kepada sesama.. atau dengan kata lain bertaubat.


        Tujuan dari beristighfar ini adalah berharap Allah mengampuni dosa dan kesalahan kita hingga kita menjadi bersih dan terlepas dari noda noda yang di akibatkan oleh kesalahan dan dosa yang kerap dilakukan. Ibarat Pakaian yang terkena noda, maka untuk membersihkan-nya harus dengan cara di cuci. Demikian pula dengan manusia, maka untuk membersihkan dari segala kotoran dosa salah satunya di cuci dengan istghfar.


        Dalam ajaran Islam dan ajaran manapun Allah itu Maha Suci. Jadi yang lebih bersih dan suci akan lebih dekat kepadaNya. Segala hal yang yang berhubungan dengan hal apapun akan lebih berkenan dan di terima adalah hal hal yang bersih. Demikian juga  hubungannya kebersihan diri jiwa raga dengan terkabulnya doa, lancarnya rizki dan terbukanya solusi amatlah erat. namun saya tidak akan membahas hal ini secara panjang lebar dari sisi agama, namun saya akan menghubungkan korelasinya dari sisi pandangan lain untuk mendukung alasan dari sisi agama tersebut. Istighfar sama dengan bebersih, orang yang bersih hati jiwa raganya akan dekat dengaNya dan dekat pertolonganNya.


        Ada kalimat yang sering kita dengar, yaitu " Yang terjadi diluar adalah refleksi dari yang didalam." Artinya adalah untuk bisa memperbaiki kehidupan kita adalah memperbaiki dalam diri kita sendiri. Kalau diri kita masih kotor oleh perbuatan buruk kita, ucapan kita, pikiran kita, prasangka kita, rasa kita, maka tidak aneh kalau kehidupan keseharian kita akan ruwet karena pantulan dari dalam diri. Untuk mengubahnya bagai mana ? Ya kita perbaiki perbuatan kita dengan perbuatan baik, ucapan, baik, pikiran positif, prasangka baik, rasa menjadi baik. Inilah makna istighfar yang di maksud. Selain dengan ucapan lisan, maka di dukung oleh perilaku, ucapan dan rasa yang baik dan membaikkan.Inilah bebersih.


         Istighfar itu merupakan Khifarat, pengganti dari dosa kesalahan. Artinya jika seseorang sudah menjadi lebih bersih maka sunatullahNya ia sudah berada dalam jalur Illahi. Maka ketika sesorang yang sudah dalam jalurNya, maka semesta mendukung untuk tetap berada dalam rel semesta yaitu keseimbangan atau harmonisasi.

         Ketika sesorang yang sudah dalam kesadaran beristighfar, maka ia akan  memiliki keberserahan diri yang tinggi. Keberserahan diri paadaNya adalah wujud ketidakberdayaan manusia atas keterbatasannya untuk mengetahui segala yang belum pasti atau misteri kehidupan. Menyerah pasrah atas keberserahan diri padaNya, akan memunculkan Kekuatan kasat mata maha dahsyat karena sudah berada dalam dukungan semesta yang merupakan wujud hukum illahi.

        Jadi inilah korelasinya istighfar sangat di anjurkan oleh agama untuk solusi pada setiap masalah, karena ketika seseorang lebih bersih, lebih berkesadaran, berserah diri maka ia selaras dengan hukum semesta. Maka karena hukum semesta adalah kepanjangan dari hukum hukum Allah  maka semesta akan mewujudkan apa yang diperlukannya.



* Banyak banyak membaca Sholawat kepada Rasulullah Saw



          Shalawat adalah menyampaikan permohonan doa keselamatan dan keberkahan kepada Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW dan yang membacanya akan mendapatkan pahala dan manfaatnya. Shalawat juga berarti doa, baik untuk diri sendiri, orang banyak atau kepentingan bersama. Sedangkan shalawat sebagai ibadah ialah pernyataan hamba atas ketundukannya kepada Allah Swt., serta mengharapkan pahala dari-Nya, sebagaimana yang dijanjikan Nabi Muhammad Saw., bahwa orang yang bershalawat kepadanya akan mendapat pahala yang besar, baik shalawat itu dalam bentuk tulisan maupun lisan (ucapan).


Bersholawat kepada Nabi Muhammad merupakan salah satu ibadah yang sangat agung. Ia termasuk dalam amalan-amalan ringan yang sangat besar pahala dan keutamaannya. Seorang muslim yang setia dan mencintai Nabi shallallahu alaihi wasallam dengan baik dan benar akan senantiasa memperbanyak sholawat dan salam kepada beliau sesuai dengan bacaan yang diajarkan dan dicontohkan oleh beliau.

Dalam sebuah hadits di jelaskan, “Barangsiapa yang mengucapkan sholawat kepadaku satu kali, maka Allah mengucapkan sholawat kepadanya 10 kali.” (HR. Muslim no. 408)
“Barangsiapa yang bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah bersholawat kepadanya 10 kali shalawat, dihapuskan darinya 10 kesalahan, dan ditinggikan baginya 10 derajat.” (HR. an-Nasa’i, III/50 dan dinyatakan Shohih oleh Syaikh al-Albani).

“Setiap doa tertutup (terhalang dari pengabulannya ) hingga ia bershalawat kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam.” (HR. ad-Dailami dan dinyatakan Hasan oleh Syaikh al-Albani).

“Apabila salah seorang dari kalian berdoa, maka hendaklah dia memulainya dengan memuji Allah dan mengagungkan-Nya, kemudian bershalawatlah kepada Nabi, lalu berdoa lah dengan apa yang dia kehendaki.” (HR. at-Tirmidzi, Abu Dawud, an-Nasa’i, dan dinyatakan Shohih oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i dalam al-Jami’ ash-Shahih, II/124).


       Itulah sedikit ulasan tentang makna dan hal hal lain tentang sholawat. Dan jelaslah bahwa Islam mengajarkan bahwa membaca dan mengamalkan sholawat adalah salah satu cara melancarkan rizki dan membuka pintu solusi.

Ini akan mendapatkan benang merahnya, kenapa hal tersebut bisa terjadi ?
     
        Bershalawat itu artinya mendoakan keselamatan dan keberkahan kepada Rasulullah saw. Dari sisi agama sudah jelas seperti yang tertulis dalam hadits hadist diatas. Ketika kita mendoakan Rasulullah, pada dasarnya kita sedang mendapatkan limpahan balik darinya. Ibarat air dalam suatu wadah kita menuangkan air sampai penuh dan meleber dan kembali kepada kita air leberannya.


        Bersholawat itu mendoakan kita setuju, artinya secara hakikat sholawat mengajarkan kita untuk saling mendoakan kebaikan kepada siapa saja. Sholawat mengajarkan kita untuk mendoakan orang lain yang kalau ditilik dari hukum vibrasi adalah bahwa ketika mendoakan kebaikan bagi sesama, maka sesungguhnya ia kembali untuk kita sendiri atau mendoakan untuk diri sendiri. Pantaslah kalau bershalawat bisa memperbaiki kehidupan yang membacanya.

        Bershalawat kepada Rasulullah itu adalah wujud CINTA kita kepada Allah lewat Rasulullah saw. Shalawat mengajarkan kita untuk mencintai orang lain seperti kita mencintai Rasulullah. Shalawat membimbing kesadaran kita bahwa kita harus bisa mencintai sesama, siapapun tanpa pandang bulu. Menurut Hukum LoA nya semesta bahwa bagi siapa yang mencintai sesama maka semesta akan mendorong semua orang untuk mencintainya. Ini namanya kita sudah selaras dengan hukum semesta, maka jika semesta sudah mengharmoniskan diri kita siapa yang mampu menahannya, karena merupakan kepanjangan dari hukum Tuhan.

       Maka dari itu perrbanyaklah membaca Shalawat dengan penuh penghayatan. Perbanyaklah mendoakan kebaikan bagi sesama siapapun, dan terimalah karuniaNya yang tak terbatas.



* Bersedekah atau berbagi


       Untuk Sedekah atau berbagi hampir semua orang sudah tahu manfaatnya. Sedekah sangat efektif untuk solusi apapun, karena perilaku ini sesuai dengan aturan hukum semesta, yaitu memberi adalah menerima.


       Allah SWT menyebut sedekah sebagai “pinjaman yang baik” (qardhul hasan). Orang bersedekah hakikatnya meminjamkan harta kepada Allah dan Dia pasti akan mengembalikan pinjaman dengan pengembalian yang berlipat ganda.

       Para mufasir menerjemahkan “pinjaman yang baik” itu dengan makna “menafkahkan harta di jalan Allah”, yakni menyumbangkan harta untuk meringankan beban orang lain, seperti kaum dhuafa, atau mendanai syiar dakwah dan jihad di jalan Allah.


       Baiklah akan saya copaskan saja testimoni sahabat saya yang dari karawang yang saya tantang untuk menjadi agen sedekah:


'' dasyat tenan maaasss jadi agen berbagi... sampe saya sama istri kaget...
saat mas memberi wejangan jadi agen berbagi, kita jalanin normal2 aja. baru bisa puluhan ribu... dagang lacar standard...
istri gak sabaran, trus cari cara dagang biar laris... ketemu ayat bahwa sedekah harus harta yang baik baik... elitan dikit lah dalam bersedekah... ya udah, kita elitin naek jadi ratusan ribu... disiapin uangnya dari uang dagangan. eh sms masuk, ada yg mesen ranginang. baru niat udah kebuka xixixi aneh... paginya istri kasiin sedekah sama janda yang ada anak yatimnya... masya allah hanya 48 jam abis ranginang saya mas... 54 pak ranginang hanya dalam 48 jam... harusnya itu 10 hari lebih...
seumur2 baru ngerasain seperti ini. dulu waktu bisnis pakean, blum pernah sya jadi agen berbagi, ujung ujungnya bangkrut...
semoga saya istikomah menjadi agen berbagi... terimakasih atas semua wejangannya... kalo kita nanti bisa ktemu, saya bawain ranginang buat mas... dijamin enak hehehe..''


Lalu yang ini juga saya copas dari status seorang sahabat..:


Syaikh Muhammad Hassan seorang Ulama dari Mesir dalam ceramahnya menceritakan kisah nyata yang ia dapatkan langsung dari pelakunya seorang Profesor Kaya ,yang bersumpah kepada Syaikh bahwa kisah ini nyata.

Profesor tersebut sakit, ada penyempitan di Jantungnya. Ia berobat ke London, Inggris. Pihak rumah sakit setelah memeriksa dengan teliti memutuskan untuk mengoperasinya. Profesor tersebut minta waktu beberapa hari untuk pulang dulu ke Mesir dan menemui keluarganya serta menyelesaikan beberapa urusan penting.

Sesampainya di Mesir, saat Profesor berjalan melewati pasar, ada seorang Ibu disamping penjual daging sedang memungut sisa daging yang jatuh di tanah. Ia penasaran dan menghampiri Ibu tersebut dan menanyakan apa yang dilakukannya.

Ibu itu berkata bahwa anak-anaknya yang yatim sudah enam bulan tidak makan daging, ia tidak punya uang untuk beli daging jadi ia memungut sisa-sisa daging yang jatuh ke tanah saat penjual daging memotong daging. Profesor itu terharu dan langsung pesan 2 kg daging agar diberikan kepada Ibu tersebut dan membayar kepada penjual daging untuk 96 kg, untuk diberikan kepada Ibu tersebut setiap pekan 2 kg selama setahun penuh.

Ibu tersebut menangis terharu dan gembira mendoakan Profesor tersebut. Ketika Profesor itu pulang ke rumah, anak gadisnya berkata wahai Ayah, wajah Ayah sekarang ceria dan gembira tidak seperti ketika keluar rumah ? Ayahnya menceritakan apa yg dilakukannya kepada ibu Janda di pasar. Anak gadisnya berdoa,

"Ya Allah, sebagaimana Ayahku telah membahagiakan anak-anak yatim maka bahagiakanlah beliau dan berilah kesembuhan untuknya".

Subhanallah, Profesor tersebut tidak merasakan sakit di Jantungnya, fisiknya yang sebelum ini selalu lemah, sekarang ia merasakan kuat dan sehat. Ia tetap berangkat lagi ke Inggris untuk melakukan operasi Jantung. Dokter memeriksa ulang Jantungnya dan ternyata tidak ada penyempitan sedikitpun, pihak rumah sakit memeriksa berulang-ulang dan merasa keheranan. Allah Mahapenyembuh telah menyembuhkan sakitnya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Benarlah Sabda Rasululllah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang artinya,

"Obatilah orang-orang yang sakit diantara kalian dengan Sedekah".

*by Ustadz Fariq Gasim*


Melihat semua itu saya juga ingin menambahkan suatu catatan yang bagus dari seorang sahabat untuk menantang adrenalin sedekah anda.. Ini dia..:



tips RAHASIA yang SANGAT AMPUH hasilnya akan kelihatan dalam jangka waktu SEBELUM LEWAT 1 BULAN,bila dalam beladiri dikenal explosive power,dalam spiritual finansial ada teknik EXPLOSIVE WEALTHY EMOTION caranya sering sering lah membuat KEJUTAN FINANSIAL pada siapapun dan supaya energi yang terpancar FOKUS(tidak terbagi bagi) maka jangan sampai diketahui orang lain selain anda dan orang yang anda bantu,ibaratnya tangan kanan memberi Jangan ketahuan tangan kiri.

Caranya sederhana,yaitu CONTOH bila anda mengetahui seseorang membutuhkan uang 100rb,maka berikanlah 1.000.000 dan akibatnya orang tersebut akan SANGAT BERTERIMAKASIH,BERSYUKUR,BAHAGIA,MERASA BERLIMPAH dan EMOSI dari orang tersebut akan MEMANTUL kepada anda BERKALI KALI LIPAT(baik anda menyadarinya atau tidak,bahkan dalam beberapa kasus,ada orang yang tidak merasakan apa apa dan langsung melupakannya)lalu sebagai akibatnya Uang OTOMATIS akan tertarik pada orang yang DIPANTULKAN dengan perasaan bersyukur,bahagia,berlimpah,dan secara otomatis sebenarnya Emosi orang tersebut menjadi DOA yang MUJARAB bagi anda.

Atau CONTOH yang kecil misalkan ada pengemis buta di jalan dan anda biasa memberikan 1lembar uang SERIBUAN,kini berikanlah LIMA PULUH LEMBAR uang seribuan(karena kalau kasih 1 lembar 50rb ada kemungkinan orang buta tidak tahu,dan bisa saja waktu dia belanja,dia kira 1rb atw 2rb an).Nah orang tersebut akan TERKEJUT(ada daya EXPLOSIVE) BERTERIMAKASIH,BERSYUKUR,BERBAHAGIA,MERASA KELIMPAHAN lalu PERASAAN2/EMOSI2 tersebut akan terpantul kepada anda BERKALI KALI LIPAT(baik anda menyadarinya atau tidak) dan akibatnya Uang tertarik kepada anda..SERING SERINGLAH melakukan ini dan dalam waktu kurang dari satu bulan kekayaan anda akan meningkat 10 x lipat bahkan lebih.

Seperti Firman Allah Swt:



“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan kelipatan yang banyak, dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. (QS. Al-Baqarah 2 : 245)




''Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.”  (QS. Al Baqarah, 2: 261)


Dan ini Hadits-Hadits Sedekah

“Sesungguhnya sedekah seseorang walau hanya sesuap, akan dikembangbiakkan oleh-Nya seperti gunung, maka bersedekahlah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Harta itu tidak akan kurang dengan disedekahkan.” (HR. Imam Muslim).

Dari Ali bin Abi Thalib r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Segeralah bersedekah, sesungguhnya musibah tidak dapat melintasi (mendahului) sedekah.” (Razin, Misykât). Ali berkata: "Pancinglah rezeki dengan sedekah." “Setiap awal pagi saat matahari terbit, Allah menurunkan dua malaikat ke bumi. Lalu salah satu berkata, ‘Ya Allah, berilah karunia orang yang menginfakkan hartanya. Ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya karena Allah’. Malaikat yang satu berkata, ‘Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil.” (Muttafaq ‘Alaih dari Abu Hurairah).


* Bersyukur lewat ucapan dan perilaku.



       Ada dua nikmat yang seringkali dilupakan manusia, yaitu nikmat kesempatan dan nikmat kesehatan. Kedua nikmat tersebut baru terasa penting ketika dia hilang dari genggaman.

       Kita baru merasakan nikmatnya waktu luang ketika kita tengah dilanda kesibukan. Kita baru merasakan betapa besarnya anugerah masa muda ketika kita sudah tua renta. Kita pun akan merasakan nikmatnya sehat setelah kita sakit, nikmatnya mata normal setelah mata terserang penyakit rabun, nikmatnya lidah yang sehat setelah sariawan, dan seterusnya.
Tapi meski diremehkan, nyatanya manfaat pandai bersyukur itu memang tak main-main.
        Sebuah studi pada tahun 2003 yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology, rajin bersyukur dapat mendorong kesejahteraan seseorang. Pandangan hidup orang yang melakukannya pun jadi lebih cerah serta memunculkan hal-hal positif yang lebih besar pada orang tersebut. Rasa syukur juga dilaporkan dapat mendorong perilaku sosial yang positif seperti membantu orang lain yang tertimpa masalah atau memberikan dukungan emosional pada orang lain.
        Siswa sekolah menengah yang pandai bersyukur terbukti memiliki nilai akademik yang lebih bagus, termasuk dalam hal integrasi sosial dan kepuasan terhadap hidup daripada rekan-rekan mereka yang kurang bersyukur. Hal ini diungkap sebuah studi pada tahun 2010 yang ditampilkan dalam Journal of Happiness Studies.
       Peneliti menemukan bahwa ketika seseorang menghabiskan waktu 15 menit untuk menuangkan segala hal yang mereka syukuri sesaat sebelum tidur maka orang yang bersangkutan akan lebih cepat tertidur dan tidur lebih lama. Dan masih banyak manfaat lainnya.

       Allah berfirman, ''Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu berkata; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Surah Ibrahim:7)


        Ketika kehilangan sesuatu, ketika mengalami kerugian, atau ketika tidak mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, sering kali jiwa kita bergelora sehingga patah semangat, tidak lagi memiliki motivasi. Kita sering lupa mensyukuri yang sudah kita miliki, kita juga sering melupakan hikmah yang tak ternilai dari suatu kegagalan yang semestinya kita syukuri.

        Padahal berdasarkan ayat di atas, jika kita mau bersyukur maka Allah menjanjikan akan menambah nikmat kepada kita. Oleh sebab itu kita seharusnya menyukuri apa yang sudah Allah berikan kepada kita, kita juga mesti mensyukuri apa yang kita dapatkan meskipun sekecil apa pun. Ini adalah rahasia Allah melipat gandakan nikmat kepada kita. Ketika kita berusaha, syukurilah nikmat yang kita peroleh agar ditambah oleh Allah SWT.

        Jadi, tetaplah semangat walaupun hasil kita kecil, sebab jika kita mensyukurinya, yang kecil tersebut bisa menjadi besar. Alangkah jahilnya orang yang tidak mau mensyukuri nikmat Allah SWT. Mereka sering menyangka bahwa yang namanya nikmat itu adalah rezeki dalam bentuk kebendaan yang jumlahnya besar. Padahal tidak, nikmat yang sudah kita peroleh itu sangat banyak, jika kita berusaha untuk menyebutkannya, maka kita tidak akan mampu. Seperti yang dijelaskan dalam Al Quran,

''Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (Surah Ibrahim:34)

        Demikian lah pemaparan yang bisa saya lakukan, semoga dapat memotivasi untuk terus semangat menggapai nikmat anugerahnyaNya denga selalu berbaik sangka atas segala yang terjadi. Mohon sumbangsih saran dan perbaikannya pada catatan ini dari sahabat sahabat semua...


.
.
#eling.sore.edisi.petuah.agama


Read more »»  

Ikhlas Itu Sulit Atau Mudah Ya ???

Sebelumnya saya tidak akan menjelaskan definisi tentang ikhlas, kalau memang perlu nanti saya tambahkan dengan mengcopas dari koment Romo Didik di status saya hari ini dengan menyunting catatan ini, karena saya nulis note ini pake hape jadul. Jika tidak sabar silahkan berkunjung kestatus tadi siang. 

*****
Sangat sering dapat inbox yang mengatakan: ''Pak, saya sangat sulit untuk ikhlas.. Bagaimana cara supaya saya gampang ikhlas ?'' Waah.. Asli saya juga bengong, karena saya juga belum mumpuni untuk mengatasi kesulitan untuk ikhlas.

Jadi..?
 

Jadi apanya ?
 

Belum pernah merasakan ikhlas ? Jadi betul ikhlas itu sulit ?

Bukan... Bukan disitu letak persoalannya, karena ada juga loh yang sangat mudah ikhlas.
 

Waah... Bisa ditiru tuh... ?
 

Ya bisa lah...

Begini, sulit atau mudahnya ikhlas itu tidak bisa dipukul rata cara dan keadaanya. Sulit dan mudahnya ikhlas itu, ya... tergantung..! Tergantung apa ?

* Tergantung kebiasaan menghadapinya.
* Tingkat persoalannya
* Tingkat kemelekatannya

Maka dari itu, soal ikhlas tidak bisa di pukul rata bahwa si A ketika dengan mudah berlaku ikhlas pada saat tertentu dengan persoalan tertentu, menjadi bisa mudah semua dalam hal lain, belum tentu. Dan ketika si B merasa sangat susah untuk ikhlas dalam persoalan tertentu saat tertentu, belum tentu juga, dalm semua hal menjadi sulit semua.

Hanya saja ketika suatu saat bisa benar2 ikhlas dan mudah, maka polanya kemudian bisa diaplikasikan untuk pengikhlasan yang lain dengan penyesuaian dan modifikasi yang mungkin mirip untuk itu.

Jadi menurut kesimpulan sementara saya, (mohon masukkannya bagi temen2 untuk saling melengkapi) yaitu bahwa keikhlasan adalah suatu prilaku yang bisa disamakan dengan kebiasaan atau keahlian yang lain dengan mempelajari polanya kemudian disesuaikan secara situasional/kondisional.

Yang mudah ikhlas, mungki karena:
*Tingkat persoalannya rendah
*Tingkat Kemelekatannya sedikit
* atau sudah sering mengalaminya/menghadapinya.

Yang sulit, karena :
*Tingkat persoalannya sangat rumit bin kompleks
*Tingkat kemelekatannya sangat tinggi
*persoalanya ttg hal baru atau jarang dihadapi.. Dll

Lalu, bagaimana untuk mengatasinya ? Bagaimana untuk melepaskan dari kemelekatan ?

# Ya jangan melekat.. Heheehee, sadari ini sebagai proses dariNya bahwa semua itu untuk menaikkan kelas kehidupan yang lebih tinggi.

# Jangan terlalu akan segala hal, sekedarnya saja, cinta, rasa, secukupnya saja. Yang ppenting fokus, tapi tidak maksa. Berkeinginanlah, usahakan sebisa yang dilakukan,lalu pasrahkan, tidak turut campur menentukan hasilnya, hingga kita akan merasa ringan dan tidak melekat, namun harus yakin.

# Namun, jika tetap saja masih sulit untuk menerima semuanya, ada satu cara yang menurut saya sangat ampuh untuk mengatsi ini, yaitu dengan berdamai dengan diri sendiri, bahwa semua yang terjadi adalah hal yang terbaik dariNya dan mensyukuri apapun yang terjadi dalan sangkaan yang baik.

'

'' Saya ikhlas dengan ketidak ikhlasan saya untuk ikhlas, saya pasrah, saya ridho.. Saya terima apappun perasaan saya, apapun yang terjadi dengan saya.... Saya menerima dan mencintai diri saya apa adanya... Saya ikhlas atas ketidak bisaan saya untuk ikhlas... Saya ikhlas.''

 Jika berpikir sulit, otak dan seprangkatnya membuka file sulit.
Jika berpikir mudah, maka otak dan seperangkatnya, membuka file mungkin, mudah dan memandu untuk mencari jalan agar menemukan yang di cari dalam setiap jenis informasi yang di butuhkan.

Keduanya mengakses dari memori alam bawah sadar yang luar biasa manusia masing masing dan beresonansi ke segala arah.

Semoga catatan yang singkat dan penuh kelemahan ini bermanfaat bagi kita semua.

Salam bertumbuh
Salam ikhlas sebisanya... Heheheee
.
.
#eling.sore.edisi.sebisa.bisanya
Read more »»  

Rabu, 15 Mei 2013

Kenapa Doa Seperti Ini Mudah Dikabulkan ???

Sebenarnya saya ingin menulis note ini semalam. Ini dikarenakan kemarin sore saya tertidur dan terbangun jam 5 sore. Dalam tidur itu dalam mimpi saya sangat jelas di ajarkan apa yang akan saya tulis di catatan dibawah ini. Saya akui ini kemungkin besar karena otak bawah sadar saya dipengaruhi oleh apa yang saya pelajari beberapa hari ini, seperti Privat Mas Arif Rh, belajar Menggambar Mandala, buku buku filsafat, juga kebiasaan saya yang tiap tengah malam ubun ubunnya mendenyut dan dapat pemahaman baru.

Dalam mimpi itu sangat jelas pemaparannya dan tidak peduli tidur waktu kapanpun mimpi itu seperti pelajaran yang yang memang harus saya kuasai, mungkin ini juga efek dari Soul Journey yang saya ikuti. Nanti banyak catatn yang saya dappat dari mimpi yang saya buat menjadi catatan.

Baiklah kita mulai saja catatan ini.
Saya awali dengan terjemahan bebas saya, bahwa Nabi Musa berkata, '' Berdoalah kepadaNya dengan mulutmu yang tidak pernah kau gunakan berbuat dosa.'' Nabi Musa berkata demikian ketika ada seorang umatnya bertanya bagaimana supaya doa kita mudah dikabulkan.

Ini akan saya bahas dari berbagai sudut sepengatahuan saya yang terbatas. Sabda Nabi Musa tersebut bahasa gampangnya adalah mintalah kepada orang lain untuk mendoakan kita. Sebab jika kita telaah ternyata doa yang di ucapkan orang lain itu mudah di kabulkan karena:

* Tidak ada kemelekatan dari orang yang mendoakan, jadi nothing to lose karena tidak terbebani atau melekat hasilnya.

* yang kedua, doa dari yang tidak berdosa memang mustajab. Mulut orang lain yang mendoakan kita itu ibarat mulut kita dan benarkan kita tidak pernah menggunakan mulut itu untuk berbuat doa ? Ya ketika mulut orang lain berdoa, kita hanya menggunakan mulut itu saat itu juga tuk berdoa kan ? Jadi jelaslah doa itu mudah terijabah.

Ini penjelasannya akan mudah dipahami jika kita telaah secara quantum. Doa itu hubungannya dengan vibrasi. Yang ditangkap dari doa itu tidak hanya sekedar ucapan, tapi lebih berperan dari sisi rasa atau vibrasinya. Jika kita berdoa sendiri, apalagi yang memaksa dan mengatur itu vibrasinya force. Okelah kita kesampingkan yang tadi, gampangnya jika kita berdoa kebanyakan kita melekat dengan hasilnya. Bandingkan jika orang lain yang mendoakan kita, ia cenderung melepaskan karena tidak punya tendensi apakah dikabulkan atau tidak.

Kemudian kita juga bisa membahas dari sisi lain. Sesungguhnya, pada hakikatnya semua kita ini adalah satu, kita saling terhubung. Dirimu ya diriku, diriku ya dirimu, kita satu. Jika saya mendoakanmu maka sesungguhnya kita sedang mendoakanmu dan diri kita sekaligus. Ini lah kesadaran yang harus kita pahami.

Jadi sesungguhnya kita beruntung ketika kita mendoakan orang lain dengan tulus ikhlas, karena kita mendapatkan pantulan doa itu tidak cuma satu kali tapi akan melipat ganda. Kok bisa ? Ya ketika Si A berdoa untuk Si B maka doa itu berdampak buat si A dan B sekaligus dan pola semesta itu memberi ya menerima, maka otomatis si A akan mendapatkan balasan berkali kali dari perbuatannya(mengucapkan/mendoakan) dan juga dari isi doanya.

Ini lah yang sering luput dari perhatian kita sehingga kita sering lebih egois dan memprioritaskan kepentingan diri di banding memperhatikan kebutuhan orang lain.

Tentu saja ini tidak hanya berlaku dalam tataran doa saja, tapi lebih sangat banyak dalam celah dinamika kehidupan. Betapa indah dan fantasticnya kehidupan ini, jika kesadaran tentang kita sebenarnya satu dan saling terhubung, dampak satu mempengaruhi yang lainnya meningkat dan dipahami.

Demikian note singkat dan jauh dari kesempurnaan, kiranya bisa jadi bahan refleksi dan penggugah kesadaran untuk memperbaiki bahwa kita satu dan terhubung serta manfaat. Salam Connected

.
.
#eling.sore.edisi.do'a
Read more »»  

Selasa, 22 Januari 2013

Martabat Tujuh

Pertama kali dikemukakan oleh Ibn. Fadhilah mengenai Martabat tujuh, dia adalah seorang sufi dari India. Ajaran ini dipengaruhi oleh Ibn ‘Arabi yang diadopsi oleh para sufi di tanah Jawa. Salah satunya adalah Raden Ngabehi Ranggawarsito. Menurut ajaran Martabat Tujuh, Tuhan menampakkan Diri dalam tujuh tingkatan atau Martabat :

1. Martabat Ahadiyat.
Ini adalah Martabat Tertinggi Ketuhanan. Tuhan digambarkan sebagai Dzat yang tidak bisa disebut dengan apa pun. Inilah Tuhan Sejati bagi manusia, tidak pandang bangsa dan agama. Dalam Islam sering disebut dengan keadaan Kunhi Dzat atau Dzat semata. Para sufi Jawa yang banyak dipengaruh oleh filsafat Hindu menyebutkan dengan istilah Aku. Pada keadaan ini, tidak ada sesuatu selain Dzat Tuhan. Kosong hampa. Sunyi-senyap. Tidak ada sifat, nama, atau perbuatan. Maka Ibn ‘Arabi pernah melontarkan gagasan kesatuan semua agama. Hal ini bisa diterima jika dipandang dalam keadaan ini, yakni keadaan Aku semata.(istilah lainnya sang sumber,Tan Kena Kinaya Ngapa)

2. Martabat Wahdat.
Inilah martabat Tuhan yang kedua yakni Martabat Wahdat. Dia sudah melakukan proses pencipaan pertama. Ciptaan pertama-Nya ini berupa Nur Muhammad atau Cahaya Muhammad. Ranggawarsita menyebutnya sebagai Syajaratul Yakin atau Pohon Keyakinan. Ibnu ‘Arabi menjabarkannya sebagai Asyajaratul Kaun atau Pohon Kejadian. Cahaya ini memiliki nama agar mudah dikenali. Orang-orang Islam menyebut-Nya dengan sebutan "Allah". Di berfirman : “Allah adalah Cahaya bagi langit dan bumi.” Nur Muhammad bukan Tuhan tapi juga bukan makhluk. Ia ada di tengah-tengah antara keduannya. Namun dalam Martabat Wahidiyat ini, Nur MUhammad lebih bersifat ketuhanan. Allah yang di sembah orang-orang hakikatnya adalah Tuhan yang sudah menurunkan Diri, bukan Tuhan Sejati. Tuhan Sejati itu adalah Dzat Mutlak atau Aku.(disinilah istilah TUHAN untuk seluruh agama)

3. Martabat Wahidiyat.
Penampakan atau tajalli Tuhan berikut ini adalah Martabat Wahidiyat. Pada martabat ini, Nur Muhammad yang bernama Allah dan bersifat ketuhanan menurunkan Diri menjadi Nur Muhammad yang bersifat kemakhlukan. Maka cahaya ini tidak lagi sebagai Tuhan, namun sebagai makhluk yang masih berupa satukesatuan cahaya. Disinilah terjadi proses pencitaan sebagaimana digambarkan oleh Ibn ‘Arabi dalam pohon kejadian yang tidak pernah putus mengalir. Benih tersebut berasal dari Cahaya Satu, dan Cahaya yang satu tersebut berasal dari Dzat-Nya.
Jadi, jelaslah, benih-benih kejadian berasal dari Cahaya Tuhan. Setiap penciptaan berasal dari-Nya. Setiap gerakan, tindakan, perkataan, pemikiran, angan-angan, semuannya bermula dari benih tersebut. Tidak ada satu gerakan pun dari makhluk yang lepas dari benih tersebut,sehigga Ranggawarsita menganggap semua makhluk sebagai anak-anak Tuhan karena berasal dari benih-Nya.

4. Alam Arwah.
Konsep atau skenario Tuhan tidak akan berwujud nyata jika tidak dimasukkan kedalam suatu wadah. Proses penampakan atau tajalli Tuhan berikutnya adalah menciptakan wahana bagi kehendak-kehendak-Nya tersebut. Dalam martabat ini, Tuhan menciptakan makhluk yang sangat halus yakni ruh. Ruh adalah sarana sebagai sumber kehidupan. Ruh itu berasal dari Diri Tuhan. Mula-mula, Ruh tersebut masih satu dan akhirnya terbagi-bagi menjadi banyak sekali. Bagian-bagian ruh tersebut siap untuk mengisi tiap-tiap bentuk yang akan diciptakan-Nya kemudian.

5. Alam Misal.
Keberadaan ruh sebagai sarana sumber kehidupan tidak akan berguna jika tidak ada suatu yang dia masuki. Tuhan menciptakan beberapa bentuk ciptaan melalui proses penurunan Diri. Dia mengambil Nur Muhammad sebagai bahan-Nya. Maka inilah makhluk sejati, bukan Tuhan, karena berasal dari Nur Muhammad yang bersifat kemakhlukan dan tidak berasal langsung dari Dzat Tuhan. Ciptaan dalam Alam Misal ini berupa makhluk-makhluk halus atau gaib namun nyata bentuknya seperti malaikat, jin, setan, jiwa, iblis, surga, neraka, dan sebagainya. Ruh-ruh datang dan memasuki setiap bentuk gaib tersebut hingga hiduplah mereka.

6. Alam Ajsam.
Bentuk-bentuk gaib pada Alam Misal di atas masih di rasa kurang sempurna. Maka Tuhan menurunkan Diri dalam penampakan terluar berupa benda-benda jasmani. Maka terlihatlah beragam materi dengan segala pernak-pernik didalamnya. Ini adalah hijap atau diding penghalang yang paling besar untuk melihat Tuhan karena dalam setiap materi tersebut dibungkus dengan syahwat. Kebanyakan manusia akan tertipu dan sulit untuk kembali ke asal-usul dirinya apabila terlena oleh penampakan fisik ini.

7. Alam Insan Kamil.
Pada akhirnya, Tuhan menurunkan Diri menjadi manusia sempurna sebagai gambaran Diri-Nya yang sempurna. Melalui manusia sempurna inilah Dia menikmati hasil ciptaan-Nya. Maka manusia dibekali akal dan hati sebagai sarana kehadiran Tuhan. Kelebihan utama manusia dibanding dengan makhluk lainnya adalah kemampuan untuk menampung kehadiran Tuhan hingga menjadi wakil (khalifah) bagi-Nya. Melalui manusia sempurna inilah harapan-Nya untuk mengenal dan dikenal akan terlaksana.
danalangkah indahnya jika disederhanakan menjadi sang sumber,Tuhan dan berevolusi menjadi manusia..
Read more »»  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...